fbpx

Perhimpunan Advokat Sampaikan Pesan kepada Gubernur Riau Terkait Wabah Corona

79

SatuAcehNews – Menyikapi berita tibanya 209 WNI dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun pada Minggu (22/3) malam, Perhimpunan Advokat Bengkalis melayangkan surat mendesak kepada Gubernur Riau.

Berdasarkan data yang dihimpun media lokal setempat, diketahui jumlah TKI dari Malaysia yang datang di Tanjungbalai Karimun mencapai 1.530. Sementara pada Sabtu (21/3) jumlah penumpang WNI dari Malaysia yang turun di Tanjungbalai Karimun mencapai 1.173 Orang. Pada (20/3) 1.032 Orang. Dan pada Jumat (19/3) jumlah penumpang WNI dari Malaysia yang turun mencapai 1.102 Orang. Hingga hari Minggu sebelum keluar surat terbuka dari Perhimpunan Advokat, jumlah total TKI yang dipulangkan dari Malaysia dan turun di Tanjungbalai Karimun 4.837 orang.

Terkait wabah Covid19 yang telah memasuki wilayah Provinsi Riau, Perhimpunan Advokat mengatakan hingga tanggal 21 Maret 2020 telah adanya 1 orang positif Covid19 di Pekanbaru, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 14 orang, dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) 85 orang. Oleh karena itu, Perhimpunan Advokat Bengkalis menyampaikan pesan dalam surat terbuka pada Senin (23/03/2020) yang diketuai oleh Enoki Ramon, S.H.


Poin penting yang disampaikan, hendaknya Gurbernur Riau segera melakukan penutupan terhadap akses pintu masuk darat, laut, dan udara ke Provinsi Riau. Kejadian belum lama di pelabuhan internasioal itu sungguh mengkawatirkan karena dapat membahayakan masyarakat Provinsi Riau secara global. Meskipun Ketua Tim SatgaSus Penanganan Covid19 Kabupaten Karimun, M Firmansyah, sudah mengerahkan tim sejak ribuan WNI itu tiba, namun tetap saja tindakan utama adalah menutup akses pintu masuk. Pengecualian bisa diberikan untuk kondisi darurat seperti orang sakit, supply sembako, aparat pemerintah yang melakukan tugas khusus, atau yang dianggap ke dalam hal yang mustahak lainnya, yang semuanya harus dengan pemeriksaan yang ketat sebelum dapat melewati pos penjagaan.

Dalam poin kedua, dihimbau agar siapa saja yang baru kembali dari luar negeri, melalui jalur laut maupun udara, khususnya mereka yang kembali dari negara-negara yang sudah terpapar wabah Covid19 dan yang kembali dari luar negeri via propinsi lain untuk dapat melakukan karantina selama 14 hari.

Apalagi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari – 29 Mei 2020, seharusnya Pemerintah Daerah Propinsi Riau melakukan tindakan yang selaras dengan SK Ka. BNPB tersebut.

Gubernur Riau juga agar dapat mengerahkan tim untuk melakukan pengetatan dan menindak tegas masyarakat yang masih beraktifitas diluar rumah, melarang dan membubarkan acara-acara keramaian tanpa terkecuali. Serta memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat luas via media sosial maupun elektronik, hingga masyarakat memperoleh pemahaman tentang pentingnya untuk tetap berada didalam rumah.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More