fbpx

IMPAS Aceh gelar Raker dan Diskusi Publik

63

SatuAcehNews – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh – Jakarta melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dan Diskusi Publik di Ruang Sidang Utama Wisma Griya DPR RI Cisarua Bogor Jawa Barat. (29 Feb – 1 Mar 2020).

Acara yang bertema “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Optimalisasi Pembangunan di Aceh” dihadiri oleh seluruh pengurus IMPAS yang merupakan mahasiswa pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, termasuk Mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan dari luar negeri sebagai peninjau, kata Margoningsih Ketua Panitia Pelaksana.

Margoningsih mengatakan, sebelum Raker kita juga menggelar Diskusi Publik dengan menghadirkan tiga Narasumber, pertama Abdul Gafur, SSTP., M. Si., Kasubdit Kewaspadaan Perbatasan antar Negara Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Abdul Gafur menyampaikan tentang pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah  perbatasan.

Pembicara Kedua, Faisal Ridha, S. Ag., MM Tenaga Ahli Anggota DPR RI dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa ada empat komponen utama dalam pembangunan bangsa dan negara yaitu : politisi, ulama/akademisi, birokrasi dan pengusaha, keempat komponen ini harus bersinergi dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Dengan demikian IMPAS harus punya karya inovatif dalam membantu pembangunan, khususnya Aceh, jelas Faisal.

Pembicara selanjutnya Muntasir Ramli, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan IMPAS mengingatkan agar kelompok intelektual mengambil peran strategis dalam kegiatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). “Khusus untuk Aceh saya berharap agar kehadiran IMPAS dapat bermanfaat untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, berkolaborasi dengan Pemerintah dalam membantu membuka kesempatan kerja agar dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melalui pemberdayaan masyarakat.” ungkap Muntasir.

Senada dengan itu Yunidar ZA, Ketua Umum IMPAS meminta kepada seluruh pengurus agar dapat menyusun program-program yang dapat bersinergi dengan Pemerintah, Dunia Usaha dan  Pendidikan.

Yunidar yang saat ini sebagai Kandidat Doktor di Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta mengatakan “kelompok cendikiawan harus hadir dalam proses pembangunan bangsa, kita harus berkontribusi sesuai dengan kapasitas kita masing-masing,” tutup Yunidar. (MI)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More