fbpx

GIAR Dukung Aparat Keamanan Tindaki Penyebar Fitnah dan Hoaks di Aceh

83

SatuAcehNews – Perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari nafsu jahat yang merasuki diri manusia melalui berbagai celah. Disebabkan oleh kurangnya pengetahuan agama dan kurangnya nilai moral yang terkandung dalam dirinya.

Namun mengingat perkembangan teknologi saat ini, sulit rasanya mengatakan seseorang kurang paham akan pengetahuan agama. Sebab, selain berguru langsung kepada Abu-Abu di Dayah, ceramah-ceramah islami kini dapat diakses dengan mudah dari berbagai sumber. Sehingga, mereka tahu halal-haram dan baik-buruk dari suatu tindakan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa fitnah merupakan perbuatan keji dan sangat dilarang dalam agama. Sebagai orang Aceh, negeri berjuluk Serambi Makkah, yang kuat dengan nuansa Islamnya, tentu berita yang diterima seharusnya tidak serta merta diviralkan tanpa adanya tabayyun.

Demikian konsep yang Al-Quran ajarkan dalam QS Al-Hujurat [49]:6). Dalam surat tersebut dijelaskan,”jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu) agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian”.

Tabayyun merupakan salah satu tradisi umat Islam yang dapat dijadikan solusi untuk memecahkan masalah. Maka, sudah seharusnya kita sebagai masyarakat yang baik mengikuti ajaran Al-Quran sebagai pedoman tertinggi umat Islam yang notabene dianut oleh masyarakat Aceh.

Selain itu dalam QS. Al-Baqarah [2]: 191 dijelaskan bahwa fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Efek yang ditimbulkan dapat melukai banyak pihak yang berkesinambungan.


Ikbal Afzal, Jubir Gerakan Independen Advokasi Rakyat (GIAR) Aceh, Rabu (23/03/2020) mengatakan, “sebagai masyarakat yang taat mengikuti ajaran Al-Quran dan mengamalkan Sunnah Nabi, maka seharusnya kita mengedepankan tabayyun.”

Gerakan Independen Advokasi Rakyat (GIAR) Aceh sangat mendukung adanya tindak lanjut dari aparat keamanan terkait penyebar fitnah atau hoaks yang terjadi di Aceh. “Agar Aceh terhindar dari bencana-bencana yang disebabkan oleh kezhaliman,” tutup Ikbal Afzal. (SA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More