fbpx

Blok Sawah Kota Sigli Oktober 1981

189

SatuAcehNews – Rumah-rumah panggung peninggalan Belanda di sisi luar Gampong Blok Sawah berjajar teratur dengan pekarangan yang luas. Diteduhi pohon asam jawa yang juga berukuran besar, rumah-rumah ini membuat penghuninya terhanyut menikmati Indonesia masa lalu. Suasananya diam dan dingin. Halaman rumahnya terkesan lembab.

Blok Sawah adalah sebuah gampong atau desa yang penghuninya dari beragam suku. Mereka adalah pegawai dan keluarga dari perusahaan jawatan kereta api (Perjan kereta api). Sedangkan rumah Belanda tadi biasanya ditempati oleh pejabat seperti Danres (Komandan Polres, sekarang namanya Kapolres). Anak Danres yang masih kami ingat namanya adalah Qori dan Rina.

Di seberang jalan tanpa harus berlari menghindari kendaraan yang melintas, kita bisa berjalan santai melangkahi rel kereta api, lalu menuju Masjid Al Falah yang bangunannya mirip dengan Masjid Raya Baiturrahman di Kutaraja. Jalanan selalu sepi.

Pagar Masjid Al Falah sangat luas. Di sudut pagar ada sebuah pohon asan yang sangat rindang. Di bawahnya, seperti biasa, seorang kakek menjinjit menginjak semacam pedal kayu untuk memeras tebu.

Mungkin ia satu satunya penjual air tebu di sekitar itu. Saya selalu memperhatikan cara ia bekerja. Dari mulai membersihkan batang tebu, memotongnya menjadi beberapa bagian sepanjang siku, lalu mulai menjepitnya di sela tiang pancang. Air tebu menetes deras melalui tepah pohon pinang. Lezat sekali.

Di ujung sudut pagar itu, sebuah stasiun pengisian bensin berdiri gagah. Meski ukurannya kecil tapi dapat dibilang modern pada masa itu. Di sana bis ALS, PMTOH, dan bis kecil lainnya menjemput penumpang menuju Kutaraja.

Kini, bangunan rumah Belanda sudah tidak ada lagi. Halaman masjid dan rindangnya pohon sudah berubah. Rel kereta api sudah tercerabut dari tanah. Penjual tebu mungkin sudah pula meninggal dunia.
Namun jejak semua itu masih menyisakan rindu.

Nourman
Banda Aceh, 17 Maret 2020

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More