fbpx

Tiga Kali Berturut Gagal Tes Polri, Pemuda Bener Meriah Ini Sukses Jadi Petani Cabai

0

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SatuAcehNews – Bener Meriah | “Ketika beras gagal menjadi nasi, maka buatlah ia menjadi bubur yang enak”, agaknya pepatah ini yang ditanamkan Rantoni (23), warga Desa Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah ini.

Pasca tiga kali gagal menjadi seorang Bintara Polri 2016, 2017, dan tahun 2018, tak menyurutkan semangatnya untuk membangun mimpi-mimpi indahnya, meski dengan cara lain.

“Saya pernah Tes Caba Polri sebanyak (3) kali, tetapi tidak lulus hingga saya frustasi dan sempat hilang arah tidak tahu harus berbuat apa lagi”, tuturnya.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hal inilah yang dirasakan pemuda berperawakan tinggi besar berkulit hitam manis ini. Lahir dari keluarga yang sederhana dengan kehidupan ekonomi yang terbatas tidak menghilangkan tekadnya untuk menjadi seorang personel Polisi Republik Indonesia (POLRI) dulunya.

Bahkan, dirinya sudah mengikuti Bimbingan Belajar khusus di Enermos Banda Aceh selama setahun lamanya namun, hal itu tidak memberikan jaminan untuk dirinya lulus sebagai Bintara POLRI kala itu.

Pemuda kelahiran 23 Agustus 1998 ini, tak pernah patah arang. Kegagalan yang dialaminya menjadikan cemeti untuk kesuksesannya ditempat lain. Menjadi petani cabai di desanya menjadi pilihan.

Meski awalnya ia sempat ragu untuk melakoni profesi bertani cabai. Melihat latar belakangnya bukan dari petani. Dengan tekat yang kuat ia tetap optimis akan meraih sukses di dunia pertanian itu.

“Pada awalnya sempat mengalami kesulitan, namun dengan semangat tinggi serta melakukan konsultasi pertanian, akhirnya bisa seperti ini,” ucap Rantoni, saat ditemui di lokasi ladangnya, beberapa waktu lalu.

Dipertengahan, dirinya sempat mengalami kesulitan karena melihat pertanian cabainya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Kemudian, dirinya pun berguru dan bertanya kepada Rahmadsyah seorang petani Profesional yang ada di Desa tersebut.

Alhasil, karena kegigihan dan sering berkomunikasi secara efektif dengan Rahmadsyah, apa yang dimulai oleh dirinya kini berakhir dengan hasil yang membanggakan dari jerih payahnya, hingga meraup puluhan juta rupiah setiap panennya.

“Alhamdulillah, sempat diawali dengan keraguan sebelumnya, dan terus belajar kepada Rahmadsyah kemudian dengan tekad yang bulad akhirnya saya tidak menduga sama sekali hasilnya bisa begini,” syukurnya.

Semoga perjuangan Rantoni (23) ini bisa menjadi contoh untuk pemuda yang lain tidak mudah menyerah dan tetap optimis, walau cita-cita tidak bisa di raih, segera berputar haluan kemungkinan kesusksesan ada pada jalan yang lain. (HSY)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Aktifkan notif.    Oke. Terimakasih.