Mawapres Internasional UIN Malang Asal Aceh Tolak Pindah Domisili

  • Bagikan

SatuAcehNews – Aceh Tenggara | Mahasiswa Berprestasi Termuda UIN Malang, Mawapres Internasional menolak penawaran untuk berpindah domisili meskipun penawaran ini diberikan dengan angka yang cukup tinggi, Ridha Zikri tetap menolak tawaran tersebut karena sangat mencintai Aceh, Sabtu, (27/02/2021).

Ridha Zikri, Putra dari Bapak Saliman dan ibu Rivai Jarradi. Terlahir di Aceh Tenggara pada 7Juli 2000 .Dia menyatakan bahwa dinobatkan sebagai Mawapres Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun 2019.

Artikel penobatanya diterbitkan pada (22/02) oleh media Suara Indonesia sebagai Mahasiswa Berprestasi Termuda semester VI Program Studi Hukum Tata Negara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur. Prestasi yang ditorehkan olehnya adalah sebagai Juara 1 pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Yogyakarta, Juara 1 Asian Open Pencak Silat Championship 2019 Jawa Barat, Juara 1 Bali International Pencak Silat Championship, kemudian sebagai Delegasi UIN Malang dalam event Singapore Open Pencak Silat Championship 2019.

Ridha juga menjelaskan, “bahwa prestasinya memberi konstribusi pada Akreditasi Jurusan, dan kampus,”

Ridha berbagi tips untuk mendapatkan gelar Mawapres, adalah dengan memperbaiki mental, “karena kepintaran dan kekuatan fisik tanpa mental juara, sangat sulit untuk maju,” tutur Ridha Zikri.

Selain memiliki prestasi, sebagai mahasiswa Hukum Ridha juga mengikuti isu-isu terkini dan menanggapi Isu tentang Aceh sebagai Provinsi termiskin Se-Sumatera.

Ridha menyatakan, “kenapa kita tidak boleh pergi dari keterpurukan kita?, karena tantangan selalu ada dan kita tidak boleh lari, analoginya begini, ketika rumah kita roboh, solusinya bukan pindah rumah, melainkan kita harus kerja keras untuk memperbaikinya dan membuatnya lebih baik lagi. Dan itu sudah menjadi tugas kita sebagai generas muda,” jelasnya.

Ridha juga mengutarakan, “Almarhum eyang B.J. Habibie memiliki tantangan besar ketika belajar di Jerman, sampai ditawarkan menjadi warga Negara Jerman. Karena kejeniusan beliau. Meskipun Pemerintahan Indonesia saat itu tidak menghargai Habibie. Almarhum Habibie menolak untuk menjadi warga negara lain, dengan alasan ingin memberikan kontribusi terbaik untuk tanah kelahiran Indonesia. Kita tak boleh pesimis dengan keadaan,” tambahnya.

Pada akhirnya, Ridha berpesan agar selalu memberikan hal-hal terbaik setiap harinya. Jangan terlalu memikirkan apa yang terjadi pada esok hari, kerjakan semaksimal mungkin yang ada dihadapan. Semoga prestasi dan pencapaian-pencapaian tidak membuat kita semua untuk puas karena perjalanan masih panjang. Dan berikanlah yang terbaik untuk Aceh, terkhusus Aceh Tenggara,” tutupnya. (ARK)

Nasir Djamil Aceh Satu
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.