fbpx

Desa Harus Hadirkan Perpustakaan Untuk Kemajuan Bangsa

0

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SatuAcehNews, Oleh Andri Wahyudi

Sejak disahkannya Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014, di tahun 2015 merupakan tahun pertama kalinya indonesia mengucurkan dana desa, dana desa ini diharapkan agar dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa pemerintah pusat melalui dana desa sudah mengucurkan anggaran yang hingga miliaran rupiah per desa setiap tahunnya.

Jumlah anggaran yang lumayan banyak ini, diharapkan mampu untuk menunjang kemajuan desa. Memasuki tahun ke tujuh dana desa, wajah infrastruktur desa yang dulunya jarang tersentuh pembangunan, tetapi berkat adanya dana desa pembangunan infrastruktur desa akhirnya dapat terwujudkan dengan adanya dana desa. Namun, sebagian besar wujud pembangunan desa hanya berfokus pada hal-hal pembangunan fisik seperti pembangunan fasilitas umum yaitu gedung serba guna, drainase, jalan, rabat beton dan sarana olahraga. Pembangunan infrastruktur sosial sebagai penunjang pengembangan sumber daya manusia desa, masih sangat minim sentuhan pembangunan.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan dengan nama The World’s Most Literate Nations, menunjukkan bahwa Negara indonesia berada di peringkat ke-60, hanya satu tingkat diatas Botswana. Penyebab rendah minat dan kebiasaan membaca itu antara lain kurangnya akses, terutama untuk di daerah pedesaan. Kita melihat banyak desa-desa yang belum ada memiliki perpustakaan. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri lagi karena literasi membaca masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat desa, bahkan masyarakat kota sekali pun masih terbilang awam dengan isitilah literasi.

Gerakan literasi sebagai suatu gerakan sosial yang harus terus tumbuh, berbasis dan menyasar masyarakat yang sangat heterogen. dengan cara menghadirkan perpustakaan desa atau taman baca harus dicanangkan dan digalakkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa, karena salah satu masalah penghambat berkembangnya budaya literasi di desa, yakni tidak adanya fasilitas literasi seperti perpustakaan desa dan taman baca. Jadi dengan hadirnya perpustakan atau taman baca desa bisa meningkatkan angka minat baca bagi masyarakat dan mewujudkan desa yang maju sumber daya manusianya. (RED/AFA)

*Andri Wahyudi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Aktifkan notif.    Oke. Terimakasih.