fbpx

Forbes Minta Pemerintah Aceh Peduli Situs Monisa

110

SatuAcehNews – Ketua Forum Bersama (Forbes), anggota DPR dan DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil berharap agar Pemerintah Aceh menaruh perhatian serius untuk merawat Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa). Monumen bersejarah itu terletak di Gampong Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur. Selama ini kondisi situs budaya dan akses menuju ke lokasi Monisa tersebut sangat memprihatinkan.

Hal itu disampaikan Nasir Djamil dalam acara Seminar Nasional yang bertemakan ‘Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara’. Seminar yang berlangsung di Aula Pasca Sarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh, Senin (17/02/2020) kemarin menjelaskan pentingnya situs Monisa.

Menurut anggota Komisi Hukum & HAM DPR ini, Monisa yang diresmikan oleh Ali Hasjmy itu merupakan bangunan penting sebagai bukti dan tonggak sejarah masuknya Islam pertama kali di Asia Tenggara.

“Monisa itu tonggak sejarah Kesultanan Peureulak sebagai daerah yang menjadi muasal masuknya Islam ke Nusantara. Seharusnya itu bisa terawat dan dipugar secara berkala. Sehingga bangunan itu akan menjadi bukti kebanggaan kita masyarakat Aceh sebagai wilayah pintu masuk Islam ke Asia Tenggara,” ujar Nasir Djamil dalam sambutannya.

Selanjutnya Nasir menegaskan, sangat penting adanya upaya-upaya serius dari pemerintah untuk merawat situs Monisa tersebut. Karena bukti sejarah itu harus ditunjukkan ke masyarakat luas termasuk komunitas internasional bahwa agama Islam memang masuk ke Asia Tenggara melalui wilayah Aceh. Bukan melalui daerah Barus seperti yang pernah diresmikan tugunya oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

“Penting sekali bagi masyarakat luas juga masyarakat internasional mengetahui yang sebenarnya. Bahwa Islam masuk ke Asia Tenggara melalui wilayah Aceh. Maka seharusnya bangunan-bangunan seperti Monisa dan makam-makam di sekelilingnya dirawat dan diperhatikan dengan baik. Agar semua itu tetap menjadi bukti sejarah yang otentik,” tegas Nasir.

Lebih lanjut, terkait hal tidak adanya dokumentasi yang seharusnya bisa mendeskripsikan keberadaan situs-situs sejarah di Monisa ini. Politisi PKS asal Aceh ini berharap agar Pemerintah Aceh melalui dinas dan lembaga terkait berupaya untuk membuat dokumen-dokumen itu. Agar siapapun yang berkunjung ke situs itu, termasuk masyarakat Aceh sendiri, bisa memahami serta mengkaji keberadaan dari situs-situs sejarah tersebut.

“Kita berharap situs itu memiliki dokumen jelas yang bisa mendeskripsikan asal usul dan keberadaan peninggalan sejarah di Monisa itu. Sehingga siapapun yang berkunjung ke sana bisa memahami dan punya rasa kebanggaan serta rasa memiliki. Jadi nantinya masyarakat kita juga tidak ahistoris terhadap perjalanan peradaban bangsanya sendiri,” pungkas Nasir.

Seminar nasional itu sendiri diisi oleh beberapa pemateri baik dari Jakarta maupun dari Aceh. Yakni, Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Edward McKinnon (Arkeolog Inggris yang sudah menetap di Indonesia), dan Misri A. Muchsin (Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh). (MI)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More