fbpx

Ketua DEMA FUAD : Keputusan Warek III Mendiskreditkan Tiga Fakultas

173

SatuAcehNews – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (DEMA-FUAD) mengkritisi Keputusan Wakil Rektor III tentang keputusan pengunduran Musyawarah Mahasiswa (Musma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Rabu (26/02/2020).

Dinda Maghfirah, Ketua Umum DEMA-FUAD kepada SatuAcehNews mengatakan, “Berawal dari beredarnya pesan elektronik yang diedarkan oleh Perwakilan SEMA Institut melalui aplikasi WhatsApp tentang rapat pelaksanaan Musma yang harus dihadiri oleh para ketua ormawa serta kabag, kasubbag, dan para staf kemahasiswaan. Rapat tertutup yang diadakan pada Kamis 20 Februari 2020 lalu itu berakhir dengan pengambilan keputusan sepihak oleh Wakil Rektor III”.

“Keputusan wakil rektor III IAIN Lhokseumawe perihal mengundur Musma menjadi setelah selesai KPM ini, mendiskreditkan hak suara tiga fakultas dan menimbulkan kekecewaan terbesar bagi tiga fakultas ini. Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Kekecewaan ini timbul ketika Warek III langsung mengambil keputusan tanpa mempertanyakan persetujuan kepada forum,” ujar Dinda.

Dinda mengatakan, para ormawa diundang ke musyawarah penentuan lanjut tidaknya Musma.

“Kami datang diundang untuk bermusyawarah, namun suara kami tidak didengar. Kami merasa suara kami tidak di hargai. Seharusnya Wakil Rektor III tidak mengambil keputusan sepihak seperti itu. Karena secara Kourum lebih banyak yang menyuarakan agar Musma tidak diundur. Kami juga mempertanyakan di mana konsistensi SEMA Institut sebagai ormawa tertinggi di Institut dalam menentukan jadwal yang sudah kami terima secara langsung,” lanjutnya.

Ia pun merasa ada hal mengganjal terlihat dari pengambilan keputusan. Bahwa bandingan pro dan kontra pengunduran Musma adalah 1:3.

“Warek III terlihat sangat tidak netral dalam mengambil keputusan. Tidak mempertimbangkan tiga fakultas. Sedangkan yang pro akan pengunduran Musma adalah satu fakultas saja yaitu Fakultas Tarbiyah dan llmu Keguruan. Kami menilai keputusan ini menguntungkan bagi satu fakultas dan merugikan tiga fakultas. Kami sangat berharap warek III dapat adil dan netral dalam mengambil keputusan dalam forum bersama,” pungkasnya.

Ia menambahkan, “Warek III maupun SEMA Institut seperti mendapat intimidasi dari pihak-pihak tertentu, sehingga mengambil keputusan yang bertentangan dengan forum”.

Dinda berharap akan ada kembali musyawarah dengan SEMA maupun Warek III.

“Saya yakin bahwa orang-orang yang masuk ke dalam forum tersebut memiliki kepentingannya sendiri, tapi jangan terlalu diperlihatkan keberpihakan yang seperti itu. Karena itu akan mengundang perpecahan dan kekisruhan antar mahasiswa, fakultas maupun antar ormawa dengan pihak rektorat. Dan kami juga sangat berharap akan ada forum lanjutan untuk kembali bermusyawarah dengan SEMA Institut maupun warek III,” harap Dinda. (MLN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More