fbpx

Kasus UU ITE Sabang; Penasehat Hukum Minta Walikota, Sekda dan Ketua DPRK Dihadirkan di Persidangan

627

SatuAcehNewsSidang ketiga perkara pencemaran nama baik dengan terdakwa Zuanda digelar hari ini, Rabu (19/02/2020) di Pengadilan Negeri Sabang.

Penasehat hukum terdakwa menyampaikan akan memohon majelis hakim untuk memerintahkan Jaksa Penutut Umum menghadirkan Walikota, Sekda dan Ketua DPRK Sabang dalam persidangan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Demikian disampaikan advokat Kasibun Daulay kepada SatuAcehNews melalui siaran pers.

Sidang hari ini dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi, yaitu tiga orang saksi dihadirkan terkait jabatannya dan interaksi di sosial media, termasuk Sekretaris Dewan DPRK Sabang, Faisal dan Kepala BKSDM Kota Sabang, T. Bonyamin.

Selain itu ada 19 orang saksi lain juga dihadirkan, yaitu para pegawai & staf Puskesmas Cot Ba U. Kehadiran para saksi ini merupakan perintah dari Ketua Majelis Hakim, Muhammad Fauzi, pada persidangan pekan lalu. Perintah tersebut untuk didengarkan kesaksiannya sehubungan dengan adanya mosi tidak percaya 47 orang pegawai Puskesmas Cot Bak U Kecamatan Suka Jaya Kota Sabang.

Penasehat hukum terdakwa, Kasibun Daulay, yang didampingi advokat Nourman dan advokat Faisal Qasim, menyampaikan kepada media ini bahwa mereka akan memohon kepada majelis hakim agar jaksa menghadirkan walikota Sabang, Sekda dan Ketua DPRK Sabang. Kehadiran mereka diharapkan akan membuat terang benderang perkara ini.

“Kita akan memohon kepada majelis hakim agar ketiga pejabat itu yang merupakan atasan langsung pelapor dan terdakwa dapat dihadirkan di ruang sidang ini. Karena fakta persidangan mengarah kepada mal administrasi dan berakhir kepada penetapan status tersangka yang nota bene adalah ia seorang pimpinan DPRK yang punya hak imunitas saat peristiwa itu terjadi,” papar Kasibun.

Sementara itu advokat Nourman yang ikut sebagai penasehat hukum terdakwa menilai ada ketidakpahaman penanganan sejak awal perkara ini bergulir yang berakibat hukum yang tidak semestinya terjadi.

“Terdakwa menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRK Sabang bahkan dengan kedudukannya sebagai pimpinan Dewan yang membawahi bidang kesehatan, maka kedudukan yang bersangkutan adalah sah untuk bersuara. Apalagi terkait dengan mosi tidak percaya yang akan mengganggu jalannya pemerintahan,” ujar Nourman.

Jika apa yang dilakukan oleh terdakwa dianggap melanggar etika dewan, maka ada proses pemeriksaan di Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang harus dilalui dan ini, baik masyarakat maupun pelapor tidak melakukannya.

“Kita cermati fakta persidangan. Semuanya terbuka dan sepertinya akan merembet kemana-mana. Blunder bagi pelapor,” kata Nourman.

Penasehat Hukum terdakwa lainnya, Faisal Qasim, mengungkupkan bahwa apa yang dilakukan oleh terdakwa merupakan bagian dari melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagai anggota dewan, sesuai dengan pasal 366 UU MD3.

“Apa yang dilakukan oleh terdakwa ini adalah bagian dari menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai anggota dewan. Dan ini jelas diatur dalam UUD MD3. Jadi aneh jika ini dianggap sebagai delik pidana. Oleh karena itu penting kiranya menghadirkan Walikota, Sekda dan Ketua DPRK untuk memperjelas apa sebenarnya yang terjadi, ini masalah internal pemerintah kota atau benar-benar soal pencemaran nama baik,” ungkap Faisal.

Sidang yang digelar mulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB dihadiri oleh puluhan pegawai Puskesmas Cot Bak U dan anggota masyarakat lainnya.

Dalam pemeriksaan itu para saksi meminta agar kepala puskesmas itu dicopot dan diganti karena sikap dan tingkah laku yang bersangkutan dianggap tidak pantas.

Untuk diketahui, Mosi tidak percaya dilakukan oleh 47 orang dari 63 pegawai puskesmas terhadap Kepala Puskesmas Cot Bak U, Ibu Husnita, yang menuntut dirinya mundur dari jabatan itu dengan ancaman akan lakukan mogok massal apabila pemerintah tidak memenuhi tuntutan itu.

Mosi ini disampaikan kepada Walikota dan tembusannya kepada ketua DPRK Kota Sabang namun tidak ada respon berarti hingga kemudian terdakwa Zuanda mengangkatnya di sosial media.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More