fbpx

Alamak, Oknum Anggota Dewan Ini Diduga Tidak Selesaikan Proyek 9,6 M

129

SatuAcehNews | Proyek pembangunan jalan senilai Rp 9,6 Miliar di Simeulue diduga tidak selesai dikerjakan oleh pihak rekanan.

Anehnya, diketahui yang menjadi kuasa direktur perusahaan pemenang tender kegiatan yang menguras uang negara tadi adalah orang berkedudukan. Saat ini si pelaku menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, duduk di Komisi C parleman kabupaten kepulauan itu.

Proyek yang bersumber dari dana DAK tahun 2018 lalu itu dikerjakan oleh PT Toleransi Aceh. Dalam hal ini Syahrian anggota DPRK Simeulue Periode 2019-2024 menjabat sebagai kuasa direktur pada perusahaan itu.

Dugaan tidak selesainya pekerjaan tadi dikarenakan biaya pengaspalan yang seharusnya diterima oleh penyedia jasa, dalam hal ini PT Aceh Lintas Sumatra (ALS), tidak sepenuhnya dibayar oleh PT Toleransi selaku pihak pemenang tender.

Menanggapi hal ini, Sekretaris G2MPS Kabupaten Simeulue Amir Mahmud mengatakan, diharapkan kepada anggota dewan Simeulue untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) lapangan. Seperti halnya saat anggota dewan tersebut melakukan kunker untuk melihat proyek lain yang dituduh fiktif beberapa waktu lalu.

“Anggota dewan kita jangan pilih -pilih kalau mau kunker itu. Jangan saat ada anggota dewan yang terlibat dalam proyek tidak selesai seperti ini malah tidak melakukan kunker,” ucap Amir Mahmud, Sabtu, 29/02/2020.

Dikatakannya, GM2PS mendesak DPRK Simeulue khususnya dari Komisi C untuk melakukan pansus. Sebab, pembangunan yang belum selesai itu menggunakan uang negara.

Sementara itu, Syahrian, selaku kuasa direktur perusahaan tadi saat dikonfirmasi oleh media menjawab. Terkait proyek itu pihaknya sudah tidak ada sangkutan lagi, semua pembayaran uang pada penyedia jasa telah dibayar.

“Sudah bayar,” ucap Syahrian singkat.

Saiful Anwar, Direktur PT ALS menjelaskan bahwa dari total pembangunan jalan sepanjang 3,2 km itu, sepanjang 230 meter belum dilakukan pengaspalan. Alasannya, pihak PT ALS hanya mengerjakan sesuai besaran uang yang diberikan.

“Kita kerjakan sesuai besaran uang yang diberikan, seberapa uangnya sebegitu kita kerjakan,” tutur Saiful Anwar.

Saiful Anwar menambahkan, sebelumnya ia telah memberikan waktu untuk menyelesaikan. Namun setelah ditunggu, pihak rekanan tidak kunjung memberikannya.

Bupati Simeulue Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom meminta pada pihak perusahaan yang melakukan pengerjaan jalan itu harus bertanggung jawab menyelesaikannya.

“Kita harapkan pihak perusahaan bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai itu,” kata Erli Hasim.

Lanjutnya, Erli Hasim memberikan waktu pada perusahan tadi untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga bulan Maret 2020 ini. Jika tidak diselesaikan, maka ia akan menyerahkan persoalan itu ke pihak hukum.

“Kita kasih tenggat waktu hingga Maret ini. Jika tidak, akan kita serahkan ke pihak hukum,” tegas Erli Hasim. (AI)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ucapan 300-2
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More