fbpx

Pemerintah Aceh Canangkan Penataan Kembali Bantaran Sungai Krueng Aceh

95

Satu Aceh News I Banda Aceh – Pemerintah Aceh mencanangkan penataan dan pemanfaatan kembali bantaran sungai Krueng Aceh pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Hal itu disampaikan oleh Asisten II Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, pada Rapat Penataan dan Pemanfaatan Bantaran Sungai Krueng Aceh di Ruang Rapat Serbaguna Setda Aceh, Senin (11/1/2021).

“Harus ada yang kita lakukan pasca penertiban termasuk terhadap masyarakat terdampak dan diharapkan kepada pemkab/kota untuk menyiapkan rencana kebutuhan pada lahan bantaran sesuai apa yang diperlukan masyarakat terdampak yang memanfaatkan lahan,” kata Dadek.

T. Robby Irzha, Plt. Kepala Biro Administrasi Pembangunan, selaku penyelenggara acara tersebut menyampaikan, “bahwa kegiatan ini sifatnya jangka panjang dan masukannya akan dikoordinasikan kembali dengan instansi/dinas teknis”.

Hadir pada acara tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Aceh Besar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setko Banda Aceh, Aster Kasdam IM, Ka. Balai BWS Sumatera I, Biro Adpem Setda Aceh, Kadis Perkim Aceh, Kadispora Aceh, Kepala BPMG Aceh, dan Kadis PUPR Kota Banda Aceh.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS I), Djaya Sukarno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pekerjaan besar sebagaimana juga dilakukan oleh pemerintah 25 tahun yang lalu. Lokasi Kanal Banjir Krueng Aceh berada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, sepanjang ±9,612 Km dimulai dari Diversion Weir di Desa Bakoi Kec. Ingin Jaya sampai ke Muara Alue Naga.

“Bahwa Kondisi bantaran Sungai Krueng Aceh saat ini sudah siap bila sewaktu terjadi banjir/luapan air sungai Krueng Aceh karena keberadaan bantarannya sudah dikembalikan/disesuaikan fungsinya sebagaimana ketentuan dalam Permen PUPR. Harus ada yang dilakukan untuk menata kembali bantaran Krueng Aceh sehingga menjadi lokasi yang indah (tidak kumuh) dengan melibatkan BMG Desa sekitar bantaran melalui suatu MoU. Perlu dipertimbangkan apakah program tersebut bersifat jangka panjang/kemampuan dari segi pemeliharaannya,” tutup T. Robby Irzha. (KRW)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More