fbpx

Oknum Wartawan Diduga Tertangkap Mesum di WC, Ketua PWI Simeulue Angkat Bicara

224

SatuAcehNews | Simeulue – Kabar tak sedap untuk kalangan wartawan di Simeulue tengah beredar dan menjadi bahan perbincangan masyarakat saat ini.

Penyebabnya, seorang oknum kuli tinta inisial MD (35), warga Desa Lakubang, Kecamatan Simeulue Tengah, di gerebek warga sedang berbuat asusila (mesum) dengan teman wanitanya inisial SAL (42), warga Salur, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue.

Al Ashab Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Simeulue
Al Ashab Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Simeulue

Parahnya lagi, perbuatan tak terpuji yang dilakukan pasangan haram itu dilakukan dalam sebuah toilet (WC) Kantor Desa kecamatan setempat.

Akibatnya dua manusia yang sedang melepas nafsu itu, saat ini diamankan Polisi dari Polres Simeulue untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

“Untuk menghindari amukan warga, kasus ini telah ditangani Polisi,” kata Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal, SE, SH.

Menanggapi kasus ini, Al Ashab Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Simeulue angkat bicara.

Menurut Al Ashab, ia sangat menyayangkan perbuatan MD yang tidak menjaga profesi wartawan. Seharusnya setiap wartawan harus menjaga profesi terhormat itu agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi ini menyangkut kasus khalwat.

Ditegaskan Al Ashab, kejadian yang dialami oleh MD bisa membuat nama baik wartawan di Simeulue tercoreng.

“Meskipun yang bersangkutan tidak terdaftar di dalam anggota PWI Kabupaten Simeulue. Nama baik wartawan Simeulue tetap tercoreng akibat perbuatannya itu,” kata Al Ashab, Rabu, (13/01/2021).

Ketua PWI itu berharap kepada rekan-rekan pers lainnya yang bertugas di Kabupaten Simeulue untuk dapat selalu menjaga nama baik profesi wartawan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebab itu ia meminta agar rekan-rekan wartawan selalu menaati kode etik jurnalistik dalam kehidupan sehari hari.

“Kita minta oknum wartawan yang tertangkap berbuat khalwat tersebut agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Al Ashab.

Dijelaskan Al Ashab, sebelumnya oknum wartawan tersebut juga pernah dipanggil oleh pihak kepolisian setempat karena menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Meskipun akhirnya dirinya meminta maaf karena kurangnya pengetahuan akibat dari perbuatannya tersebut.

Di samping itu, kejadian yang menimpa R salah seroang wartawan media cetak kenamaan, yang tersandung kasus hukum pada September 2020 lalu juga membuat nama baik wartawan dinilai terciderai. Sebab, selain berprofesi sebagai wartawan, R juga merupakan salah satu ketua partai di kabupaten kepulauan itu.

Selain Ketua Partai, R juga pernah menjabat sebagai Ketua PWI Simeulue beberapa tahun yang lalu.

Seperti diketahui, kasus hukum yang menimpa R terkait penipuan pengerjaan sejumlah proyek jalan di Simeulue.

Meskipun saat ini perjalanan kasus tersebut sudah ada putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Sinabang, namun kini dari Kejaksaan Negeri Simeulue melakukan banding.

“Dari dua kejadian di atas bisa menjadi intropeksi diri kepada sejumlah pekerja media di Pulau Simeulue untuk selalu menjaga integritas wartawan, agar tidak menjadi pandangan buruk di mata masyarakat,” jelas Al Ashab. (AIH)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More