fbpx

Gajah Liar Sumatera Ditemukan Mati di Bener Meriah, Diduga Keracunan Pupuk

113

SatuAcehNews | Bener Meriah – Seekor gajah liar Sumatera berjenis kelamin betina ditemukan mati di Dusun Timbang Rasa Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Mirisnya, gajah betina yang satu ini ternyata sedang bunting.

Penemuan gajah mati tersebut berawal saat tim gabungan yang terdiri dari masyarakat, TNI/Polri, Camat, dan CRU DAS Peusangan pada Selasa (12/01) melakukan penanganan konflik gajah melalui penggiringan di Desa Blang Rakal dan Desa Negeri Antara.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan, dalam perjalanan penelusuran jejak kelompok gajah liar tersebut pada pukul 09:00 WIB, tim menemukan seekor individu gajah betina yang sudah mati di samping alur sungai yang berada di sekitar kebun masyarakat Desa Blang Rakal.

Pada hari yang sama, kata Agus, tim dokter hewan dari BKSDA Aceh dan PKSL Unsyiah bergerak dari Banda Aceh menuju lokasi kejadian untuk melakukan nekropsi atau bedah bangkai guna mencari tahu penyebab kematiannya. Besoknya, tim dokter dan Kepolisian melakukan olah TKP disertai nekropsi.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan Kepala Desa, tim dokter hewan, dan CRU DAS Peusangan bersama Polres Bener Meriah dan Polsek melakukan olah TKP serta nekropsi terhadap temuan bangkai gajah tersebut. Disaksikan pula oleh Muspika Blang Rakal,” kata Agus, Kamis (14/01/2021).

Dari hasil olah TKP, lanjut Agus, ditemukan adanya gubuk rusak milik warga yang berjarak sekitar seratus meter dari lokasi temuan bangkai dan terdapat sisa pupuk yang tercecer di dalam dan luar gubuk. Disebutkan, gubuk warga tersebut rusak akibat diamuk gajah liar.

Sedangkan dari hasil nekropsi, kata Agus, diperoleh hasil bahwa gajah betina ini berusia sekitar sepuluh tahun dalam kondisi bunting, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan fisik baik luka tembak, sayat, tusuk dan bakar, terlihat perubahan pada usus hemoragi, jantung hancur, dan lidah membiru.

“Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan secara Makroskopis, dugaan sementara kematian gajah akibat keracunan pupuk. Guna mengetahui kepastian penyebab kematiannya, sampel organ berupa hati, limpa, paru-paru, usus, isi lambung, lidah, dan feses akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji toksikologi,” tukas Agus.

Tak sampai disitu, BKSDA Aceh juga akan terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Bener Meriah untuk mengetahui ada tidaknya unsur pidana terkait dengan penyebab kematian gajah liar tersebut. (CSB)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More