fbpx

Diduga Terlibat Kasus SPPD “Bodong” Pemanggilan Pertama, Dua Anggota Dewan Mangkir

109

SatuAcehNews | Simeulue – Dua orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, yang diduga terlibat dalam kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang diketahui “Bodong” mangkir pada panggilan pertama.

Muhammad Anshar Wahyudin, SH, MH, Kajari Simeulue mengatakan. Pemanggilan terhadap anggota dewan yang statusnya sebagai saksi telah dilakukan pada tanggal 28 Desember 2020 lalu. Kemudian pemanggilan selanjutnya dilakukan pada tanggal 7 dan 8 Januari 2021.

“Pada pemanggilan pertama dua orang anggota dewan tidak menghadiri pemanggilan penyidik dengan alasan tertentu,” kata M Anshar Wahyudin, Senin, (11/01/2021).

M Anshar menegaskan. Jika nantinya anggota dewan aktif dan mantan anggota dewan yang dipanggil mangkir dari panggilan penyidik sebanyak tiga kali berturut-turut. Maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemanggilan secara paksa.

“Tiga kali berturut-turut tidak hadir saat dipanggil penyidik, tidak menutup kemungkinan akan dipanggil paksa,” kata Kajari.

Menurut Kajari, Dalam kasus SPPD fiktif itu ada sembilan orang anggota dewan periode 2014-2019 yang diduga terlibat dan saat ini kembali terpilih menjadi anggota dewan di kabupaten kepulauan itu.(AIH)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More