fbpx

Rumah Tahfidz EQINS : Membumikan Isinya Melalui Metode Al Quran bin Al Quran

SatuAcehNews – Dr H Eggi Sudjana SH M.Si menggelar silaturahmi dan peresmian Rumah Tahfidz Quran bersama Keluarga EQINS (Eggis Quranic Indonesian School). Peresmian tersebut berlangsung di Desa Pasir Angin, Gunung Geulis Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (25/01/2020).

Dalam sambutannya di acara tersebut Eggi Sudjana mengatakan bahwa awal ide dasar rumah tahfidz ini. Niatnya ingin membumikan Al Quran dan betul-betul menginspirasikannya dari surat Fathir ayat 29 :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ
تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

*Arab-Latin*: Innallażīna yatlụna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa ‘alāniyatay yarjụna tijāratal lan tabụr

Terjemah-arti: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

“Jadi, inspirasinya adalah setiap hari harus baca Al Quran, kemudian jaga shalat, kemudian membayar infaq. Nah, kalau disingkat menjadi; “A”nya Al Quran, “S”nya Shalat, “I”nya Infaq. Waktu kita kecil, asupan kita bisa besar bisa kuat. ASI segala makanan tidak ada “Air Susu Ibu“. Pertanyaan seriusnya, apa asupan ketika kita dewasa. Adalah “ASI” yaitu Baca Alqurannya, Jaga Shalatnya, dan Bayar Infaqnya,“ jelas Eggi.

Ia pun kembali menjelaskan bahwa lahirnya EQINS sebagaimana dedikasinya kepada orang tua dan keluarga. Selain itu isi kontes asupannya Al Quran itu amat sangat dahsyat.

“Logika sederhana saja, saya sedang mengembangkan Al Quran bin Al Quran. Tapi bagaimana Al Quran sangat amat jelas diterjemahkan oleh Al Quran juga tidak ada tafsir dan sebagainya makna dari Al Quran juga. Sebagai contoh, kalau kita melihat struktur masyarakat. Menurut pandangan Al Quran, struktur masyarakat itu ada 3 (tiga). Satu, beriman, kedua kafir, dan yang ketiga munafik,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa sebagaimana Al Quran memandang struktur masyarakat di dalam kehidupan seluruh dunia. Kalau dijelaskan dalam surat Al Mukminun, terdapat setidaknya ada 8 poin usur orang beriman. Jaga shalatnya, membayar infaq, jaga amanah, jaga janjinya, tidak berzina, dan sebagainya yang menjadi fungsi orang beriman.

Pun ia melanjutkan penjelasan di dalam Al Quran mengenai orang kafir. Bahwa diterangkan dalam Al Maidah ayat 72-73. “Orang kafir itu yang mengatakan ada TUHAN selain ALLAH SWT. Ini kafir! Lalu apa yang dikatakan seperti itu kecuali yang ada penyakit dalam hatinya yaitu munafik. Kalau janji diingkari, kalau diberi amanah dia munafik,” sebutnya.

“Oleh karena itu kemarin ada Natalan siapa yang memberikan selamat natalan. Kaafirr…! Struktur masyarakat harus dipandang dalam Al Quran agar manusia itu selamat. Orang-orang yang diridhoi oleh ALLAH,” tegas Eggi Sudjana.

Eggi Sudjana pun mewanti dan menegaskan tujuan EQINS dengan metode ASInya. Selain itu juga awal dasar fanatik ke mazhab tertentu dan keharusan mengikuti peraturan negara.

“Jangan sampai ujub, ini sebagai warisan sejarah untuk anak cucu kita. Jadi perkembagan EQINS kedepannya untuk warga disini, jangan ragu kita satu mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tetapi pengembangan ke arah sana harus dikembangkan. Dalam perkembangannya, kita terjebak ke dalam konflik menjadi mazhab metode fiqih. Sementara Rasulullah awal berbicaranya tauhid, semua para nabi dalam berdakwah dimulai dengan tauhid. 13 tahun tauhid, 10 tahun di Madinah berbicara fiqih dan sebagainya. EQINS kedepannya jangan dicurigai. Kita dijamin oleh Al Quran itu sendiri dengan metodenya “ASI”. Kemudian UU 45 nya pasal 29 Ayat 1 dan Ayat 2 Dasar Negara Republik Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa itu dimaksud siapa? Yaitu ALLAH SWT,” tutupnya. (MI/ISAN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More