Masyarakat Gampong Ampeh Kecewa dengan Kejari Aceh Utara

  • Bagikan

SatuAcehNews | Hal kekecewaan disampaikan masyarakat Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara tentang kinerja Kejaksaan Negeri Aceh Utara dalam penanganan perkara terkait dugaan penyelewengan dana desa, Aceh Utara, Ahad (12/01/2020)

Dugaan yang dilaporkan oleh masyarakat Gampong Ampeh kepada Kejari Aceh Utara pada tanggal 22 September 2019 lalu, sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas sejauh mana kasus tersebut sudah berjalan.

Padahal sebelumnya masyarakat melalui pemuda sempat mendatangi kantor Kejari Aceh Utara. Saat itu pemuda disambut oleh Kasi Intel dan menanyakan kasus tersebut lebih mendetil.

Hingga beberapa waktu kemudian pihak Kejari memanggil beberapa perwakilan masyarakat ke kantor untuk dimintai keterangan.

Selang beberapa hari kemudian pihak Kejari turun langsung ke lapangan untuk mengecek beberapa item yang diduga sarat terjadinya penyelewengan pada 2 Desember 2019.

Bahkan turut hadir personil Polsek Tanah Luas dan Kasi pemerintahan desa dari kecamatan ke lapangan. Soal kedatangan ini dibenarkan oleh ketua pemuda setempat.

M.Jamil saat dijumpai SatuAcehNews mengatakan, “Sampai saat ini kami masyarakat belum mendengar informasi resmi dari kejaksaan. Sejauh mana sudah proses kasus tersebut berjalan. Kesannya sekarang kasus tersebut stagnan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, “Kami tidak tahu lagi harus berbuat bagaimana untuk mencari keadilan di negeri sendiri. Jika tidak ada uang kesannya perkara yang kita laporkan sepele. Kami hanya bisa berharap kepada adek-adek mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ormawa Hukum Unimal untuk bisa membantu kami dalam menyelesaikan perkara ini. Kalian selaku pewaris penegakan hukum ke depan yang memegang tongkat estafet penegakan hukum kedepan agar dapat merasakan bagaimana saat ini kondisi hukum kita. Dan selama ini juga kami melihat bahwasanya yang paling sering membantu masyarakat adalah adik-adik mahasiswa FH UNIMAL, kami berharap besar agar mereka mau membantu advokasi kasus dugaan korupsi di kampung kami ini”.

“Dan juga kami meminta kepada mahasiswa hukum untuk bisa sama-sama menyurati Mendagri terkait kondisi penanganan perkara ini, apabila ke depan memang masih belum ada progres,” tutup Jamil. (HQL)

Idul Fitri 1442H SatuAcehNews
  • Bagikan
Dapatkan update berita terbaru.    Oke. Terimakasih.