fbpx

Kampus Negeri Ternama Aceh Dilaporkan ke KPK

217

SatuAcehNews – Terkait kejanggalan yang terdapat di salah satu universitas ternama dan berstatus negeri di Aceh, aktivis mahasiswa Sulthan Alfaraby secara resmi melayangkan surat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), melalui surat elektronik dan jasa ekspedisi, Banda Aceh, Rabu (15/01/2020).

Alfaraby membenarkan bahwa surat tersebut dilayangkan akibat pihaknya merasa ada banyak kejanggalan. Selain itu, juga ada laporan dari para mahasiswa dalam advokasi berbagai permasalahan terjadi di salah satu universitas di Aceh tersebut.

Akan tetapi, ia tidak menyebutkan ama kampus yang dimaksud.

“Benar surat telah dikirim, namun saya tidak bisa beberkan sekarang karena sedang menunggu pihak KPK RI untuk memproses lebih lanjut. Mohon maaf nama (kampus) tidak boleh dipublikasi dahulu. Biarkan saja KPK RI yang menanggapi laporan tersebut terlebih dahulu. Kami tidak menuduh, tapi kami merasa banyaknya kejanggalan” tegasnya.

Ia pun menambahkan kejanggalan yang dimaksud sehingga layak menjadi pertimbangan untuk dilaporkan.

“Setiap universitas pasti ada masalah, tapi ini masalahnya sudah terlalu besar. Salah satunya hal menyangkut UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang mahal dan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan, seperti fasilitas tidak memadai dan hak-hak mahasiswa lainnya. Bukan sekali atau dua kali ini, tapi berkali-kali sudah pernah dan bosan untuk disampaikan bahwa hak-hak mahasiswa harus direalisasikan. Kasihan juga yang orang tuanya kerja banting tulang, anaknya malah dikerjain di universitas, apalagi statusnya negeri. Jahat gak?,” ujarnya.

Dalam surat laporan tersebut, Alfaraby melaporkan salah satu nama universitas. Banyak hal yang janggal dan tidak seharusnya dibiarkan, seperti fasilitas tidak memadai, indikasi KKN, serta banyak masalah-masalah lainnya. Hal ini dilakukan agar KPK RI bisa melakukan pendataan dan pemeriksaan secepatnya terhadap universitas yang tercantum dalam surat laporan yang berjumlah dua lembar halaman itu.

“Terkait fasilitas dan juga masalah dari beberapa pimpinan kampus serta masalah-masalah lainnya. Hal ini mesti dilakukan supaya kampus terbebas dari yang namanya indikasi kolusi, korupsi, dan nepotisme serta hal merugikan lainnya. Kami cinta kampus kami dan tidak akan kami biarkan kampus dikotori,” tambahnya.

Terakhir, ia menghimbau kepada seluruh kampus agar tidak menjadikan instansi pendidikan sebagai ladang uang. Serta keharusan pihak kampus agar menghargai para mahasiswa. Karena menurutnya, jika tanpa mahasiswa maka kampus tidak akan pernah menjadi sukses dan dikenal.

“Rata-rata ada yang bayar UKT mahal tiap semester, tapi fasilitasnya sangatlah tidak layak. Saya jadi bingung, itu kampus atau bagaimana, niat atau tidak berdiri sebagai universitas, siapkah untuk maju? Harusnya kampus, apalagi yang berstatus negeri, haruslah menghargai dan memenuhi hak mahasiswa. Tanpa mahasiswa yang berkontribusi dan membayar uang kuliah, maka kampus tidak akan pernah sukses dan hebat. Janganlah instansi pendidikan dijadikan juga sebagai ladang keuangan keluarga dan ladang permainan politik kotor. Saya berharap hal ini bisa segera tertuntaskan”, tutupnya. (RED/AFA/SA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More