fbpx

BEM FH UNIMAL minta KPK investigasi pupuk bersubsidi

170

SatuAcehNews – Setelah beberapa hari yang lalu PT PIM sempat hangat di perbincangkan oleh masyarakat karena telah berhenti beroperasi sementara dari bulan November 2019 karena alasan pasokan gas dari PT Medco belum ada, sekarang lagi-lagi PT PIM menjadi perbincangan di masyarakat kembali karena dugaan kasus korupsi pupuk bersubsidi yang saat ini kasusnya sudah ditindaklanjuti oleh Kejati Sumatra Utara setelah dilaporkan oleh Projo, Terkait kasus tersebut Muhammad Fadli selaku ketua BEM FH UNIMAL memberikan tanggapan nya kepada media, Lhokseumawe, Jumat, (10/01/2020)

PT PIM termasuk salah satu korporasi raksasa yang ada di Aceh dan mengambil sumber daya alam Aceh selama ini namun belum memberikan kontribusi yang besar untuk pertumbuhan Aceh dan kesejahteraan rakyat Aceh terutama yang tinggal di dekat lingkungan PT PIM, beberapa kali gas amonia sempat keluar dan mengorbankan masyarakat, tentunya disini kami selaku mahasiswa sangat kecewa dengan dua kasus yang saat ini ada di PT PIM

Pertama kami dari BEM FH UNIMAL kecewa dengan berhenti beroperasi nya PT PIM semenjak bulan November 2019 kemarin, meskipun aktif lagi pada 15 Januari 2020 namun hal tersebut memberikan efek yang sangat luas terhadap masyarakat khususnya petani, PT PIM memberikan alasan bahwa pasokan gas dari PT Medco belum sampai, lalu apa gunanya Lumbung Gas yang ada di sekitaran Lhokseumawe dan Aceh Utara seperti yang ada di PT PHE?

Kemudian yang kedua kami sangat mengecam terkait di indikasikan terjadinya korupsi di tubuh PT PIM terkait Pupuk bersubsidi yang merugikan Negara sejumlah 90 Milyar dan saat ini kasusnya berada di Kejati Sumatra Utara setelah dilaporkan oleh Projo, selama ini petani sangat banyak mengeluhkan terkait langka nya pupuk bersubsidi, beberapa kali masyarakat menghubungi mahasiswa untuk bisa mengadvokasikan permasalahan tersebut dan sekarang akhirnya telah muncul titik terang nya kenapa pupuk bersubsidi langka

Kami akan mengawal kasus ini sampai selesai,kami akan melihat progressnya sejauh mana dan kami juga meminta BPK agar bisa mengaudit PT PIM secara keseluruhan dan meminta KPK untuk bisa menginvestigasi kasus dugaan korupsi ini
Karena di indikasikan telah merugikan Negara sejumlah 90 Milyar, ini adalah nilai yang sangat fantastis
KPK harus ikut juga turun tangan dalam mengawal kasus ini dan melakukan investigasi, karena dengan jumlah Kerugian yang sebesar itu pasti ada oknum pimpinan jajaran PT PIM yang bermain

Kami BEM FH UNIMAL Sangat kecewa yang seharusnya pupuk subsidi bisa dinikmati oleh masyarakat umum, namun yang terjadi masyarakat harus merasakan derita dengan kelangkaan pupuk subsidi, ketika tidak bisa memberikan kontribusi lebih untuk kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak Pencemaran lingkungan oleh PT PIM minimal jangan ikut menyengsarakan rakyat dengan Indikasi korupsi pupuk subsidi tersebut

Kami akan mengawal kasus tersebut karna korupsi adalah musuh kita bersama, tutup Muhammad Fadli selaku ketua BEM FH Universitas Malikussaleh. (HQL)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More